Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
(QS. Muhammad:7)


Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al Hasyr:18)


Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al Mujaadilah:11)


Dan di antara mereka ada orang yang berdo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"
(QS. Al Baqoroh:201)


Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
(QS. An Nisaa':59)


Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
(QS. Al Baqoroh:190)


Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
(QS. Al A'raaf:52)


Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Ali Imron:31)


Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
(QS. Al Baqoroh:45-46)


Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
(QS. Al A'raaf:199)


Dari Abu Hamzah Anas ibnu Malik r.a., Rasulullah SAW bersabda: Seseorang kamu tidak benar-benar beriman sehingga dia mengasihi saudaranya sebagaimana dia mengasihi dirinya sendiri.
(HR. Bukhari dan Muslim)


 
 
 
  POWERED BY
 
 
 
 

TAKMIR MASJID KAMPUS RADEN PATAH
UNIVERSITAS BRAWIJAYA



Dari Embrio Remaja Masjid Raden Patah Menjadi UAKI dan Ketakmiran MRP

Menurut sejarahnya Raden Patah adalah salah seorang anak dari Prabu Brawijaya yang terakhir, Raja Majapahit yang terkenal. Berkat dukungan para wali, Raden Patah berhasil mendirikan Daulah Islamiyah (Negara Islam) setelah menumbangkan kerajaan Majapahit. Lebih dari itu Raden Patah berhasil mengislamkan masyarakat Jawa yang sebelumnya merupakan penganut agama Hindu dan Budha. Dengan integrasi kepribadian yang tegar, lebih dari sekedar kemampuan strategis dan teknik, akhirnya Daulah Islamiyah berhasil merombak tatanan masyarakat secara dramatis. Itulah figur perjuangan Raden Patah.

Inspirasi historis dari semangat jihad Raden Patah itulah yang memacu semangat beberapa sivitas kampus Unibraw untuk mendirikan masjid di tengah kampus. Akhirnya berdirilah masjid kecil yang diberi nama Masjid Raden Patah. Kini setelah 20 tahun berdiri, masjid tersebut berkembang menjadi masjid yang cukup besar. Masjid Raden Patah merupakan tumpuan harapan umat, khususnya warga kampus.

Insan akademis merupakan ciri khas kampus, karenanya sebagai bagian dari sistem perguruan tinggi, Masjid Raden Patah menitikberatkan program kegiatan pada aspek pengkaderan. Pembinaan bagi mahasiswa diarahkan pada terbentuknya ulul albab atau sosok cendekiawan muslim masa depan.

Dari embrionya yang bernama remas (remaja masjid), kemudian berganti jama'ah pemuda dan akhirnya berubah menjadi Unit Aktivitas Kerohanian Islam (UAKI) hingga sekarang. Lembaga ini ibarat Depagnya lembaga kemahasiswaan Unibraw, karena memang secara struktural merupakan salah satu unit aktivitas di lingkungan Unibraw, akan tetapi sebagai salah satu lembaga yang terbentuk di masyarakat, lembaga ini sekaligus merupakan anak takmir.

Ciri khas kegiatan mencerminkan penerjemahan Tri Dharma Perguruan tinggi dalam kaca mata dakwah yakni meliputi kegiatan : pengembangan panalaran, minat dan bakat serta kesejahteraan dalam perspektif Islam.

Allahu Akbar !!!